You Are Here: Home» Akademisi , Dalam Negeri , Luar Negeri , Pejabat , Pengusaha , Politisi » Fasli Jalal Diselamatkan Supersemar

Kamarantau - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal mengatakan pada masa kuliah dia diselamatkan oleh beasiswa Supersemar.

(Foto: Okezone.com)
"Pada saat saya kuliah bapak saya pensiun sehingga kuliah saya tertatih-tatih, saya dapat beasiswa Supersemar ini sangat menolong," kata Fasli di Jakarta, Sabtu (15/11/2014).


Fasli mengatakan hal itu pada advokasi komunikasi informasi dan edukasi kependudukan dan keluarga berencana bagi generasi muda.

Acara tersebut diselenggarakan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta bekerja sama dengan Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS).

Menurut Fasli Jalal, masih banyak orang-orang yang saat ini sudah berhasil dan duduk di pemerintahan yang diselamatkan beasiswa Supersemar saat duduk di bangku kuliah.

Ketua KMA-PBS Eddy Djauhari mengatakan, saat ini alumni penerima beasiswa Supersemar untuk strata satu berjumlah 150.000 orang, magister berjumlah 6.800 orang dan doktor sebanyak 1.600 orang sedangkan SMA sebanyak 20.000-an.

"Alumni penerima beasiswa supersemar hampir 70 persen memegang perguruan tinggi negeri di Indonesia. Di kalangan pemerintah juga cukup banyak," kata Eddy.

Dikutip dari Wikipedia, Prof DR Fasli Jalal, lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 1 September 1953, adalah Wakil Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 6 Januari 2010 hingga 19 Oktober 2011, mendampingi Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh dalam Kabinet Indonesia Bersatu II bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelum menjadi wakil menteri, Fasli adalah Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Sebagai wakil menteri, ia kemudian digantikan oleh Musliar Kasim. Pada 13 Juni 2013, Fasli dilantik sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).


Fasli Jalal menamatkan pendidikan tingginya di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, pada tahun 1982 dan kemudian mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Ilmu Gizi Masyarakat (dengan Minor di bidang Epidemiologi dan Program Studi Asia Tenggara) dari Universtas Cornell, Ithaca, New York, pada tahun 1991. (Okezone / Wikipedia)

0 komentar

Leave a Reply